Skip to content.

What To Pack & How To Pack


Menurut saya, perjalanan kita itu sudah dimulai sejak kita packing. Even cuman untuk pergi akhir pekan ke Pulau Seribu atau Bandung, itu tetap namanya travel experience. Jadi, saya selalu menikmati saat-saat packing (meskipun harus saya akui, I hate to unpacked nya lagi pas pulang).

Nah, jadi gimana caranya kita bisa packing secara ‘smart’ saat liburan, tanpa perlu bawa koper berat tapi tetep semua busana yang kita inginkan ada disitu?

 

5 HAL ESENSIAL

 

1. Clothings

Saya mengakui bahwa saya sering overpacked, alias terlalu heboh masuk2in baju, sehingga pas nyampe tempat tujuan, eeehh ada aja baju yang ga terpakai.

Habit ini mulai berubah sejak saya menikah tahun 2009.

Perjalanan jauh pertama bersama suami adalah ke Amerika (baru menikah) dan saat itu kita sepakat untuk hanya membawa 1 koper besar yang isinya baju buat berdua. Suami saya shok lihat aneka bentuk jaket dan komentarnya “Astagaa sayang, ini kamu mau liburan atau fashion show?”..

Sejak itu, saya usahakan untuk membawa busana yang essential, yang bisa di mix and match. Tokh terbukti setiap liburan pasti di tempat tujuan belanja baju juga. I can totally travel light now..

* Baju Dalam (undergarments). Bra dan celana dalam sebaiknya dimasukan ke dalam satu kantong kecil. I found the coolest light undergarment storage di toko Muji, di Hong Kong. Di Muji Jakarta juga harusnya ada sih.

* Baju Tidur. Saat jadi single traveler, saya biasanya cuman bawa piyama atau kaos bahan enak untuk tidur. Dan kalau musim dingin, bawa kaos tangan panjang. Tapi sejak jadi istri, saya suka bawa lingerie cantik biar tetep terlihat gaya di depan suami doonng :).

* Dress. Nah, ini cukup tricky. Untuk pergi musim panas, biasanya bawa sundress pendek yang bermotif. Bahannya jersey, dutchess, satin atau sifon yang flowing. Tapi kalau sifon suka kusut nantinya, kecuali mau nyetrika di hotel.

* Jaket/Kardigan. Untuk perjalanan musim dingin (spring/fall, bukan winter), sepotong jaket kulit warna hitam sudah paling bener deh. Asal pilih yang modelnya keren seperti biker or motorcyle jacket, biar difotonya juga bagus. Trus biar ga bosen, tambahin 1 trench coat ala Burberry yang bukan kulit.

* Celana. Untuk perjalanan seminggu, cukup bawa 1 denim jeans warna biru tua (biar kalau mau hangout malam, bisa tetep terlihat ga gembel), 1 celana panjang hitam model tak biasa (ini juga dipakai di pesawat) dan 1 celana warna khaki. Kalau musim panas, ganti celana jins sama celana pendek warna khaki.

* Atasan/Kaus/Blus. Hindari kaus tanpa kerah. Pilih yang kaos Polo ala Lacoste atau Polo warna cerah, atau blus tanpa lengan bermotif. Tank top polos warna putih dan hitam wajib dibawa sebagai dalaman untuk dipakai dengan kardigan bila udara dingin. Dalam beberapa perjalanan terakhir saya selalu membawa 1 buah blus lengan 7/8 dengan aksen kerah pussy bow yang berbahan tidak kusut.

* Socks/Hosiery. Saya ini orangnya suka gampang kedinginan dan sempet bete sama udara dingin. Nah, agar menjaga supaya ga kedinginan, saya selalu bawa stoking at least 2 buah. Stoking ini saya kenakan sebelum pakai celana panjang. Kalau lagi centil, saya biasanya pake stoking bermotif, sehingga kalau pakai jins, punggung kakinya jadi keliatan ada motifnya, sebagai aksen tambahan kalau jaketnya warna hitam.

* Scarf. Nah, scarf merupakan cara jitu untuk mengubah penampilan secara instan apabila kita hanya membawa 2 buah atasan. Scarf ini juga bisa dipakai di kepala bila kita mengalami bad hair day, which is pasti sering terjadi tiap traveling, karena terpapar angin kencang. Pilih sebuah scarf yang berwarna merah, hijau atau oranye dengan motif seperti bunga, benda atau dedaunan.

* Syal. Khusus traveling di musim dingin. Bawa 2 syal panjang dan tebal. 1 berwarna khaki dan 1 lagi abu-abu. Kedua warna ini merupakan warna ‘mahal’ yang bila dipakai bersamaan dengan jaket warna hitam, akan terlihat outstanding.

* Topi. Saya juga bukan penggemar topi, tapi sejak sadar akan paparan sinar UV yang bisa mengganggu kulit, jadi suka bawa juga. Biasanya saya bawa topi untuk ke udara tropis. Topi fedora atau floopy hat yang lebar akan terlihat keren kalau difoto sekaligus melindungi kulit.

 

2. Sepatu

Biasanya saya membawa 4 buah sepatu. Tapi sekarang sudah berkurang jadi 2, karena berdasarkan pengalaman, pasti, pasti, pasti saya beli sepatu di kota yang akan dikunjungi. Paling rekor, on a trip saya beli 8 buah sepatu, di Cleveland, Ohio. Padahal kotanya gak fashion banget loh, cuman waktu itu nemu outlet sepatu dengan label-label oke :p namanya Dallas Shoe. That was in the year 2000. Sekarang Dallas Shoe ganti nama jadi DSW.

Anyway, pilih sepatu hak datar, flat, yang ada detailnya. Seperti detail buckle atau bulu ditengahnya. Flat nya juga jangan yang flat banget. Usahakan yang ada geriginya, macam kepunyaan Tod’s. I love Tod’s like so much sehingga saya ga pernah bosen belinya dan selalu dipake buat traveling. Suami saya juga penggemar Tod’s.

Taruh sepatu di dalam dustbagnya, dan simpan di bagian atas dari koper. Kalau mau bawa boots, pisahkan dan taruh di sisi lain.

 

3. Dokumen

Sejak mulai bekerja, saya bertanggung jawab atas segala dokumen pribadi. Biasanya saya masukkan kedalam satu dompet besar yang bisa diisi mulai dari passport hingga tiket. Saya pernah dapat passport holder lengkap dikasih roommate saya di NY, Lindsey Power. She bought me this super cool passport holder dari toko unik Flight 001. Sekarang saya lebih sering memakai wristlet dari label Marni yang warnanya kuning kinclong metalik, biar kalau ditaro di tas, gampang ambilnya.

* Kartu Identitas (Passport, Driver’s Licence/KTP kalau mau ke club malam hari biar ga usah bawa-bawa passport).
* Travel Itinerary (Reservation and Confirmation number, surat dari sponsor/kantor bila ada perjalanan bisnis).
* Backup Documents (Copies of your identification, itineraries).
* Uang. Tukarkan uang minimum 2 hari sebelum keberangkatan. Boleh bawa traveler’s check bagi yang biasa bawa. Kalau saya sih cukup uang tunai dan credit card. Ada beberapa teman yang suka bawa kartu debit nya dan bisa ditukar di ATM bank di tempat tujuan. Tapi kalau menurut saya gak perlu laaahh… I mean, debit card ya buat di Jakarta aja. Dan kalau memang kita rencana traveling kan berarti kita sudah menyisikan cukup uang dan sudah tahu berapa yang mau dibawa dan berapa yang mau dibelanjakan. Well, that’s travel smart kan? :)

 

4.Toiletries

Nah, dari semua item, yang saya paling males ngerjain adalah nge-pack segala macem toiletries. Mulai dari sabun, deodoran, parfum, dll, dll. Memang, meskipun di hotel tempat kita tinggal nanti sudah tersedia sabun dll, tapi tetep kalau ada delay pesawat kan kita bisa-bisa stranded di airport dan biasanya butuh sikat gigi dan odol. Nah, jadi usahakan kita punya dua buah tempat untuk naro toiletries ini. Yang satu untuk ditaruh di cabin, yang isinya parfum kecil, sikat gigi, odol kecil dan semua skincare berukuran mini, dan satu lagi yang untuk ditaruh di bagasi.

PLUS, 1 lagi compartment kecil untuk naro aneka makeup. Bila bepergian, jangan juga bawa semua lipstik yang Anda punya. Atau aneka eyeshadow. Cukup masukan dalam makeup case yang isinya: 1 pensil mata, 1 maskara, 1 lipbalm, 1 lipstik, 1 blush on dan 1 bedak compact. OR sekarang ada yang namanya pallette. Nah beli aja itu deh. Dalam 1 pallette terdiri dr eyeshadow, blush on dan lipstik. Saya jarang pakai eyeshadow. Tapi kalau Anda cannot live without eyeshadow, bawa aja 1 yang warna coklat.

* Shampoo/Conditioner/Body Wash. Bawa yang 2in1 shampo sekaligus conditioner.

* Sikat gigi/Odol. Bawa sikat gigi ukuran biasa sehari-hari, tapi odolnya yang berukuran mini.

* Pelembap. Bawa pelembap Anda sehari-hari. Namun jangan kaget bila nanti di tempat tujuan, tiba-tiba kulit wajah seperti tidak mempan pakai pelembap tersebut. In this case, tinggalkan sementara pelembap tersebut hingga Anda kembali ke tanah air, dan kenakan hanya pelembap berikut sunblock yang dijual di drugstore atau department store di Negara tersebut. Sediakan waktu sebentar untuk bertanya dengan sales personnya. Mereka biasanya akan cepat membantu menemukan solusi kulit wajah yang ‘kaget’ karena perubahan suhu udara.

NOTE: Saya mendapat tips berharga dari teman saya, Juliana Yu, seorang cosmetologist. Tips dari Juliana adalah, kita harus membawa TONER dari rumah. Toner ini sebagai penyeimbang.

* Facial Cleansers. Untuk bepergian sebulan, silahkan membawa peralatan pencuci muka andalan sehari-hari. Namun kalau pergi hanya 3 hari atau seminggu, bawa saja wipeout remover. Saya cocok sama punya Biore. Murah pun. Meskipun banyak merek lain seperti Neutrogena atau Johnson & Johnson.

* Parfum/Deodoran. Paling penting bawa bodyspray/bodysplash or something like that yang bisa anytime dibawa di tas. Jadi kalau abis sightseeing tour ke monumen-monumen trus mau lanjut ke cafe, bisa langsung semprot. Kalau parfum berat lah yaw.

* Shaving/Razor. Berhubung sejak hampir 10 tahun saya tidak pernah mencukur selain waxing untuk underarm dan legs, jadi saya tidak berpengalaman membawa cukuran. Namun, bagi Anda yang harus mencukur, beli yang bahannya plastik ringan, biasanya ada yang isinya 5. Jadi bisa sekali pakai langsung dibuang.

* Obat-obatan. Bila Anda sedang sakit, bawa obat-obatan dari dokter. Atau untuk berjaga-jaga, sediakan saja selalu panadol dan obat gosok krim semacam Tiger Balm gitu. Saya ingat, Papa saya nih yang paling ulet naro obat-obatan beginian. Mulai dari betadine, tensoplas sampai obat panas, dia bawa dan dimasukkan ke dalam tempat obat khusus. Tiap saya tanya, jawabannya “Hey, we never know apa yang nanti akan terjadi. Kalau kalian lagi main atau lari-lari terus jatuh, kan Papa udah langsung ada obatnya” gitu jawabanya. Oke deh Pah..

5. Electronics

* Kamera, Handphone, Laptop. Pastikan kamera sudah ter-charged penuh di malam sebelum Anda berangkat. Begitu pula dengan handphone dan laptop untuk business trip. Ohya, saya kasih tau rahasia foto keren. Hanya dengan punya kamera Canon G12, dijamin foto2 Anda hasilnya super kereennn..

* Recharging equipment. Jangan lupakan semua bentuk charge dan juga jangan ketinggalan. Seperti saya pernah ketinggalan charger di hotel di Los Angeles dan jadinya manyun pas mau pulang di airport ga bisa telp.

* Adaptor/Converter. Cari tahu tentang elektronik di Negara yang ingin Anda kunjungi. Bawa adaptor/converter untuk ke Amerika dan Australia. I found a very cool adaptor di Ace Hardware.

* Hair Dryer/Curling Iron/Hot Roll. I’m not a madam when it comes to traveling. Boro-boro nyisir. Saya gak pernah bawa sisir. Biasanya abis cuci rambut, langsung kena angin aja tokh nanti kering sendiri. Emang siiih rambut saya keriting dan kata temen-temen bagus bentuknya (ehem), jadi kalo disisir efeknya jadi beda :). So anyway, I’m a bit shock saat teman saya, Kenzo, yang cannot live without hairdryer itu, mengaku tetep bawa hairdryer waktu dia ikut camping! Camping!.. Well, bagi sebagian wanita emang penting kali ya itu hairdryer. Tapi bawa aja yang khusus traveling, yang mungil. Atau ga usah bawa deh, karena di hotel-hotel sekarang udah banyak tersedia hair dryer.