Skip to content.

November 23, 2011 | Vienna

Vienna

Vienna

Vienna merupakan kota yang menyenangkan untuk dikunjungi, HANYA bila Anda memang penyuka kedamaian, keindahan, classical music, opera dan ketenangan para kaum lansia :p

Kebetulan saya merupakan kategori seperti itu.

Margaretenstrasse-Di depan toko es krim

Waktu itu saya masih bekeja, jadi saya dan suami mengambil cuti 10 hari untuk pergi ke ibukota Austria itu.

Kami memang hanya niat untuk tinggal di Vienna saja, biar santai, dengan rencana berkunjung ke Salzburg seharian, naik kereta.

Margaretenstrasse

Kotanya kecil dan indah. Kesan sejarah sangat terasa. Sepiiii dan teratur.

Meski saat itu musim panas, tapi angin tetap dingin. Jadi, saya membawa beberapa kardigan diantaranya ada yang berbahan cashmere, celana bahan, aneka tank top sebagai dalaman, rok maxi lebar dan selutut, serta scarf dan topi lebar (untuk penahan sinar matahari biar kayak di film Sound of Music, gitu :p). Berhubung hanya seminggu perjalanan, jadi mix and match merupakan pilihan yang tepat.

Saya hanya bawa 2 sepatu. Sepatu sandal dengan sol rubber yang nyaman, berwarna taupe beige (beli di Linea Senayan City waktu lagi sale) serta flat jelly dari Salvatore Ferragamo untuk kalau pergi malam nonton Opera. Dua sepatu cukup dibawa untuk pergi traveling musim panas.

Margaretenstrasse 3

Agar pemandangan sekeliling hotel tak membosankan selama seminggu, saya sarankan untuk memilih dua hotel, di dua lokasi yang berbeda.

4 hari pertama saya memilih daerah ring 5 (daerah Wieden) tepatnya di hotel yang ada di jalan MARGARETENSTRASSE. Daerah itu rupanya area tinggal penduduk local. Jadi ada grocery besar BILLA, trus ada restoran2 TurkiĀ  yang menyediakan makanan Halal, toko roti, toko es krim, toko lampu, dll. Jarang ada turis lalu lalang di daerah situ.

Kemeja flanel tipis/kotak2 juga merupakan cara instan untuk bergaya. Celana pendek hitam bisa jadi andalan selama perjalanan musim panas.

Untuk menuju ke arah ring 1, alias innerstadt/ringstrasse (city centre), bisa naik taksi, bus, trem atau…berjalan kaki. Kami yang hobi banget berjalan kaki, tentu dengan semangat berjalan kaki ke arah ringstrasse.

Tapi lumayan bok agak jauh ternyata. Belum lagi agak nyasar karena baru pertama kali kan kesitu. Untuk ke ringstrasse dari margaretenstrasse, kami melewati beberapa gedung bersejarah juga, dan universitas yang khusus untuk belajar musik klasik. Jadi kami mendengar sayup2 dentingan piano dan violin. Jalan kaki sekitar 1-1.5 jam. Udara lumayan enakĀ  jadi saya bisa pakai terusan selutut lengan pendek, atau kemeja bahan flanel tipis dan celana pendek.

Terusan motif pendek lengan 7/8 ini merupakan andalan saya traveling spring/summer karena bahannya ringan dan nyaman dipakai.

5 hari selanjutnya, baru kami tinggal di daerah ring 1 (Innerstadt) yaitu ringstrasse. Daerah ini merupakan asal muasal kota Vienna. Jadi awalnya kota pemerintahan Vienna, yaa hanya sekecil itu daerahnya. Sebelum akhirnya meluas ke beberapa ring lainnya. http://en.wikipedia.org/wiki/Innere_Stadt

Ringstrasse

Bila Anda tinggal di daerah ini, sebenarnya bisa save money. Karena ga perlu naik alat transportasi kalau mau kemana2. Karena sightseeing Vienna ya hanya seputar daerah sini aja.

Mozart dimana2

Opera House nya juga ada disitu (Staatsopper). Jadi semua bisa dilakukan dengan berjalan kaki.

Bagi pecinta brand2 high end, ya disitu juga tempatnya. Butik LV, Chanel, Zegna, dll yang kecil mungil namun cantik, ada di jalanan itu semuanya berderet.

Yang juga menarik adalah banyaknya toko coklat Mozart. Secara Mozart lahir di Austria yaa jadi semua hal berbau Mozart, pasti dibeli turis :)

Wiener booth

Untuk makan, sebenarnya susah2 gampang. Kalau mau nyari yang Halal pasti susah, kecuali kalo nemu daerah kayak saya tinggal di 4 hari pertama itu, di Wieden yang banyak orang Turki. Tapi kalau mau nyari yang gak halal, gampang banget ada dimana2.

Saya yang sebelum berangkat ke Vienna nonton dulu channel Travel & Living program Anthony Bourdoin waktu dia membahas makanan di Vienna, langsung pengen nyoba Wiener booth yang ada dimana2, di sepanjang ringstrasse. Tapi ga pernah sukses, karena semuanya babi. Ga ada wiener (sosis) yang dijual disitu yang dagingnya sapi.

Akhirnya end up nya selama disana saya selalu makan kalo gak makanan italy, salad atau chicken schnitschel over, and over, and over again…

 

 

Share Our Post

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

Comments

  1. buy anabolic steroids says: May 27, 2012

    Anda tentu bisa melihat antusiasme Anda dalam pekerjaan yang Anda tulis. Dunia berharap untuk penulis bersemangat bahkan lebih seperti Anda yang tidak takut untuk mengatakan bagaimana mereka percaya. Selalu mengikuti kata hati Anda.

  2. uae escorts says: July 10, 2012

    Anda punya website yang sangat besar, Senang saya melihat melalui yahoo.

Add a Comment