Skip to content.

November 23, 2011 | Vienna

Summer tapi dingin

Scarf warna menyolok sebagai aksen penampilan

Saya agak ga ngerti dengan udara di Vienna. Wong katanya musim panas, bulan Juni loh, tapi suka tiba2 dingin. Matahari tetep sih bersinar, tapi anginnya suka dingin.

Jadi, layering merupakan kunci yang tepat bila bepergian dengan cuaca ga jelas seperti ini.

Ringstrasse ramai

Biasakan sebelum keluar hotel di pagi hari, Anda cek udara. Bisa dilihat dari TV, browsing internet atau telepon concierge.

Di saat matahari bersinar pun, saya tetep curiga udara dingin. Celana bahan, sepatu flat, atasan lengan panjang garis-garis serta kardigan tipis merupakan pilihan yang nyaman. Tambahkan scarf tipis lebar sebagai aksen pemanis sekaligus penahan angin.

Di depan gedung parlemen

Berjalan kaki sepanjang Ringstrasse memang menyenangkan. Dalam dua hari pertama di Vienna, saya sudah bisa menilai karakter busana orang2 yang ada disitu.

St. Stephen Cathedral. Gereja gothic yang kereenn..

Kebanyakan yang berjalan2 di Ringstrasse adalah para turis setengah baya. Sejauh mata memandang, mereka adalah seumur kakek dan nenek kita, pasangan muda yang lagi honeymoon, pasangan2 dari Eropa kaya (kayak Victoria & David Beckham gitu) dorong2 stroller bagus, turis2 dari Asia yang sudah berumur dan kaum muda lokal.

Ringstrasse 2

Namun, semuanya gaya! Semua berpakaian proper. Rapi. Saya banyak melihat nenek2 udah tua turis, yang tetep pakai anting besar, scarf  besar dililit, tas bagus dan sepatu flat nyaman. Semuanya bergaya khas warga Eropa yang memang mengerti how to dress. Seperti apa gaya orang Eropa? Pertama, sepatu bagus! Modelnya kebanyakan loafers, flat dan kalaupun ada sepatu sandal pasti yang cantik dengan kuku jari diwarnai. Tas bagus. Tas bagus ini bukan terlihat dari mereknya, tapi dari pilihan modelnya yang simple namun terlihat nyaman dikenakan.

Statue

Ada juga beberapa turis yang keliatan banget turis dengan sepatu keds, tapi jarang. Jarang juga saya melihat orang2 yang berpakaian slordegh alias serampangan seperti banyak yang saya jumpai di Amerika :)

Untuk udara seperti ini, biasanya saya mandi hanya sekali. Weitss jangan judgmental dulu ya (hahaha).. Either di pagi hari atau malam hari saja. Karena udara dingin bisa merusak kulit lah yaw. Ga baik kulit kita kena air sering2 di udara seperti ini. Bisa keriinngg..

Gedung H&M nya bagus

Jadi, bila di pagi hari, scarf saya padankan dengan celana capri, di malam harinya saya padukan dengan rok maksi hitam lebar. Namun tetap dengan atasan jersey lengan panjang dan kardingan.

Di udara seperti ini, kita harus pintar2 milih baju juga biar ga jadinya terlalu kepanasan, atau terlalu kedinginan.

Bila di pagi hari Anda memilih atasan garis2 berbahan jersey tebal, luaran kardigannya polos tipis saja. Sementara di malam hari bisa kenakan atasan lengan panjang polos tipis lalu kenakan dengan luaran kardigan bermotif. Hindari padanan polos dengan polos karena membosankan :)

The famous Sacher Torte

Scarf juga harus teliti milihnya. Scarf lebar andalah saya adalah dari Hermes. Berhubung baru mampu beli satu, ya itu2 aja saya pakai. Tapi dengan styling yang beda, hasilnya juga bisa jadi beda. Scarf Hermes ini bisa dijadiin sebagai atasan atau headscarf. Sebaiknya pilih scarf yang berwarna menonjol, agar bila busana kita kebanyakan polos, scarf lah yang menjadi aksen penampilan kita.

Di Ringstrasse banyak juga saya temukan toko2 perhiasan alternatif. Yang lucu2 dan khas Austria. Serta ada juga saya nemu secondhand consignment store lho.. Letaknya agak masuk2 gitu, ga dijalanan utama. Saya juga suka heran kayaknya saya kalau bepergian kemana2 selaluuu aja nemu toko2 beginian :)

Jalan malam. Rok maksi lebar jadi pilihan menyenangkan.

Di sepanjang jalanan itu, ada satu tempat yang wajib Anda kunjungi yaitu makan kue coklat, Sacher Torte, di hotel Sacher. Kue coklat ini sungguh amat terkenal. Saya juga tau karena nonton Anthony Bourdoin dan segala program di Travel & Living channel :)

Jadi, di sore hari, para turis campur warga lokal, banyak yang duduk2 ngopi sambil makan cake itu, di luar hotel. Beneran deh, enaaakkk banget ini cake. Sedikit interupsi, setelah pulang ke Jakarta lagi, saya nonton The Sound of Music untuk yang kesejuta kalinya itu, eehh ternyata ada satu scene saat Kapten Von Trapp lagi dinner sama anak2nya dan Maria baru datang, mereka lagi makan Sacher Torte!!

 

 

 

Share Our Post

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

Comments

There are no comments on this entry.

Add a Comment