Skip to content.

August 25, 2012 | Tokyo

Sensoji Temple

Otw kuil dari hotel. Jalan kaki lewatin toko2 dan 'warung'2 makanan lucu2

Alkisah, dari Jakarta saya sudah kepikiran pengen foto2 dengan memakai.. Kimono! :p

Beruntung, sangat beruntung, tempat saya menginap itu ga jauh dari Sensoji Temple yang terkenal itu.

Such an inspiring temple

Kalau naik tur, pasti Anda akan digiring ke Sensoji Temple. Setelah jam 10 pagi, tempat itu memang ramaaii banget sama turis. Karena ada juga toko2 jualan souvenir dll.

Bisa naik keatas untuk yang mau sembahyang.

Jadi, berhubung dekat dari temple, jalan kaki hanya 5 menit dari hotel, saya bisa berfoto2 pake kimono disitu sepuasnya.

Bisa pagi jam 7 atau malam jam 10an, dimana bebas turiiiss.. :)

Selesai saya pose disini, eeh diusir sama penjaga kuil :p

Dan sepanjang jalanan menuju kuil kan lucu2 tempatnya. Very inspiring.

Ga ngerti sih ini papan pengumuman apaan :)

Jadi, di suatu pagi jam 7an gitu, saya berjalan kaki dengan kimono menuju kuil. Saya ga pakai kimono lengkap, karena ribet kalau pake obi nya. Harus dililit2 gitu and I had no intention untuk berkreasi dengan obi di pagi hari. Caranya, belt sporty-look dari Hermes garis2 yang saya bawa dari Jakarta, berubah peran menjadi ‘obi’..

Ada air di small fountain yang bisa kita ambil.

Trus, saya sengaja ga pakai lipstik, to get the look of ‘Comme des Garcons runway-look’ yang pucet2 gimanaa gitu :p

I was freaking kepanasan inside this kimono.

Untuk rambut, saya gelung keatas trus saya sematin chopstick yang saya beli di pasar di daerah Asakusa juga.

Di dpn kayak loket gitu

Kimono ukuran panjang ini panas bok ternyata. Jadi, kimono ini ada dua bagian. Selain outernya bahan kaku gitu, ada juga bahan silk sebagai layer di dalamnya.

Berikut cerita ttg Sensoji Temple yang saya ambil dari internet:

“Sensoji (浅草寺, Sensōji, also known as Asakusa Kannon Temple) is a Buddhist temple located in Asakusa. It is one of Tokyo’s most colorful and popular temples.

Pagoda 5 rangkap

The legend says that in the year 628, two brothers fished a statue of Kannon the goddess of mercy, out of the Sumida River, and even though they put the statue back into the river, it always returned to them. Consequently, Sensoji was built nearby for the goddess of Kannon. The temple was completed in 645, making it Tokyo’s oldest temple.

Wujud gate Kaminarimon di malam hari.

When approaching the temple, visitors first enter through the Kaminarimon (Thunder Gate), the outer gate of Sensoji Temple and the symbol of Asakusa and the entire city of Tokyo.

A shopping street of over 200 meters, called Nakamise, leads from the outer gate to the temple’s second gate, the Hozomon.

Tampak belakang kimono, kalau dipakein Obi trus dibikin model pita, sangat cantik. Otw back to hotel.

Alongside typical Japanese souvenirs such as yukata  and folding fans, various traditional local snacks from the Asakusaarea are sold along the Nakamise.

Shopping street yang kalau siang ruameeeee banget!

The shopping street has a history of several centuries.

Put on those chopsticks for your hair :). Otw back to hotel.

Beyond the Hozomon Gate stands the temple’s main hall and a five storied pagoda.

Temple's main hall, at night.

Destroyed in the war, the buildings are relatively recent reconstructions.

The Asakusa Shrine, built in the year 1649 by Tokugawa lemitsu stands only a few dozen meters to the left of the temple’s main building.

Temple's main hall dari jauh

Various events are held throughout the year in the Sensoji Temple area. The biggest of them is the Sanja Matsuri, the annual festival of the Asakusa Shrine, held in May.

Pagoda at night. Cantik ya

Other events are the Asakusa Samba Carnival in August and the Hagoita-ichi (Hagoita Market) at which decorated wooden paddles used in the traditional game of hanetsuki are sold”.

Berpose juga dong di gerbang utama, di malam hari dengan kimono hitam :p

Sementara untuk kimono ukuran pendek berwarna hitam, bisa banget kita pakai sehari2 di Jakarta, sebagai outerwear. Tipis tapi sopan.

Nah, si kimono hitam saya pakai waktu ikut one day tour. Kimono hitam saya pakai sebagai outerwear, dengan dalaman kaos tanpa lengan serta rok A line bermotif orang ala Bohemian dari Marni.

 

 

 

Share Our Post

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

Comments

  1. Dhieta says: August 27, 2012

    Mbak, pake kimono-nya salah tuh. Harusnya sisi sebelah kiri yang di atas, jadi kalo orang yang berdiri di depan mbak ngelihat sisi sebelah kanan di atas. Sisi sebelah kanan di atas (dari sisi pemakai) itu kimono yang dipakaikan untuk jenazah.

    • thestyletravelista says: August 27, 2012

      hi dhieta.. iyaa emang salah aku juga baru sadar pas ngeliat orang2 :p tapi udah telat pas ngeh.. makasih yaaa infonya amat sangat berguna.

  2. fitri wahab says: August 28, 2012

    Babe.. Excellent and very interesting review about Tokyo. Nyenengin yaaa kota itu.. Japanese people have very feminine style, kadang gayanya emang beda and jepang bgttt.. Even the way they walk are also different yaaa..about the fish market, gw pgn bgtt liat, kebayang liat all those fresh tunas yg gendut2 and seger2..

Add a Comment