Skip to content.

July 7, 2014 | Singapore

PilPres RI 2014 di Singapura, continue…

Ok, so setelah saya mengeluarkan uneg2 tadi malam, sekarang saya mau cerita yang ttg pemilunya di Spore.

Beberapa hari sebelum tgl 6, saya mendaftar ke situs KBRI untuk memilih. Lalu mereka kirim surat undangan yang harus kita print. Karena disitu ada barcodenya. Nah barcode ini memudahkan untuk kita langsung masuk jalur yang tidak antre.

Saya dan suami saya, dijemput oleh teman kami, Kiki (WNI yang sudah lama tinggal di Spore) dan kami sampai di KBRI jam 10. Di luar gerbang KBRI banyak bis2 yang berisi TKI. Ternyata panita menyediakan bis2 shuttle gratis untuk para TKI yang tinggalnya jauh dari area Chatsworth ini. Ok lho, sangat efisien dan membantu.

Lalu kami masuk KBRI dan antre, yang sangat cepat jalannya. Ada jalur khusus mana yang dapat undangan dan ada jalur bagi yang belum dapat undangan.

KBRI Singapura ternyata besar. Kayaknya lebih besar daripada yang di Amerika deh. Sampai didalam, saya dan suami berpisah. Saya mendapat area cluster B, sementara suami saya dan Kiki dapat area di cluster A.

Di cluster B saya ke booth no 24. Ada 3 relawan muda disana yang memberitahukan apa yang harus dilakukan. Salah satu dr mereka bertugas untuk memperlihatkan kartu suara yang masih bagus dan berkata “Nanti mba silahkan coblos di salah satu kotak yg ada ya. Terserah dimana saja asal di bagian kotaknya”. Penjelasan yg lengkap dan transparan.

Agak deg2an sih pas mau nyoblos. Karena I was so excited dan sadar ini sejarah banget. Sambil baca bismillah langsung deh nyoblos no 2. :)

Anyway, cepet cuman 3 menit kali saya di booth trus jari kelingking diberi tinta ungu, lalu saya keluar ke bagian exit. Teratur banget prosedurnya. Ga hassle karena banyak sekali boothnya. Sangat nyaman untuk WNI yang super banyak di Singapura ini.

Saya sempat foto2 sejenak. Lalu saya keluar sambil menunggu suami saya dan Kiki selesai.

Nah Kiki memiliki cerita yang berbeda (dan hal ini ia laporkan ke panitia di luar KBRI yg bertugas untuk quick count)… Jadi, di cluster A booth no 6 tepat ia nyoblos, relawan yg memberikan kertas adalah seorang bapak2. Bapak itu menunjukkan kertas suara ke Kiki dan berkata “Silahkan mba mencoblos ini yaaa (sambil jarinya melingkari area no 1). ┬áNah, Kiki kan bingung tapi dia diam saja. Tapi Kiki jadi memperhatikan bahwa bapak itu melakukan hal yang sama kepada beberapa voter yang ada di belakang Kiki. Sampai akhirnya ada seorang ibu bilang “Lho pak tapi kalo saya mau milih yang no 2 gimana? Bisa kan? (sambil jarinya melingkari area no 2)” Karena bpk itu sadar si Kiki memperhatikan dia, langsung deh dia jawab “Yaa boleh saja, dimana saja”

BUT DO YOU GUYS REALIZED INI MERUPAKAN SALAH SATU CARA INTIMIDASI KECURANGAN??? Untung si ibu itu pinter dan cepat tanggap. Kalau ada pemilih lain yang kurang pinter gimana?? Mereka di direct tak langsung loooh sama bpk ini utk memilih no 1!!! Bayangkan pemilih yang di kampung2 atau daerah lain, aduuh I’m so saaadd..

Kiki mau laporin ke perwakilan Banwaslu tapi kita ga nemu, akhirnya ya ketemu 2 wanita muda di luar gerbang KBRI itu dan mbak itu mewawancarai Kiki dengan video. Karena salah satu wanita itu bilang bahwa temannya adalah salah satu saksi didalam dan dia akan laporkan ke temannya itu.

Anyway, diluar area menyoblos, ada beberapa warga yang menjual dagangan makanan. Ada bakso, nasi kuning, dll. Sepertinya ini standard deh kalau pemilu di luar Negeri pasti ada bazaar makanannya.

Kesimpulan, I had fun dan KBRI Spore telah mengatur alur pemilihan dengan praktis dan nyaman. Tapi ga tau yee nasib si bapak di cluster A booth no 6 itu. Pas di luar, Kiki sampai menyesal tidak menghardik si bapak itu.

Jadi guys untuk tgl 9 nanti apabila ada hal2 ajaib yang kalian temui di TPS, jangan ragu untuk langsung confront orang tersebut. Foto atau videoin. OK?

20140707-110148-39708105.jpg

Jalurnya

20140707-110148-39708460.jpg

Cluster B

20140707-110147-39707730.jpg

Suasana di luar gerbang KBRI

Share Our Post

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

There are no related posts on this entry.

Comments

There are no comments on this entry.

Add a Comment