Skip to content.

August 26, 2012 | Tokyo

Japanese women style

'Gear' nya lengkap, mulai dari topi hingga sarung tangan, meskipun udara 34 derajat celcius tanpa angin

Setiap traveling, saya selalu mencari tahu gaya berbusana seperti apa yang menjadi ciri khas di kota tersebut. Bukannya untuk ikut2an atau gimana, cuman ada daerah tertentu yang misalnya berbusana apa dianggap sopan atau ada yang dianggap tidak sopan. For the sake of menghormati kota itu.

Takut kulit terbakar Matahari panaass

Sehingga kita juga tidak akan salah bawa baju.

Stoking, kaos kaki, topi, berseliweran

Yang menjadi perhatian saya adalah, perempuan2 Jepang (bukan yang di tempat red district gitu lho yaaa :p) selalu berpakaian sopan, longgar, panjang. Selalu menutup kulit. Tak terkecuali di musim panas seperti ini sekalipun. Saya yang melihatnya justru gerah banget.

Renda, feminin look, semuanya menjadi ciri khas wanita Jepang

Coba kalo ini di Amerika kan, pasti semua wanitanya sudah pakai celana super pendek, rok mini, tubedress mini or tank top dengan cleavage kemana2 :)

Legging, kaos longgar panjang

Para wanita berjalan kaki, di tengah hari bolong, dengan Matahari mencrong, tanpa ada angin semilir, eeehh teteepp loh berbusana yang menutup tangan, kaki dan kepalanya.

Layering menjadi teknik ciri khas para wanita Jepang yang saya lihat di Tokyo. Kaos panjang, ditambah luaran kardigan, rok maxi panjang, kaos kaki, sepatu lucu, topi hingga sarung tangan menjadi pemandangan biasa disitu.

Cute ya anak2 ini..

Bahkan di toko2 dijual payung UV khusus penangkal sinar Matahari. Bukan payung yang biasa kita pakai untuk hujan.

Berani eksperimen

Tapi beneran deh kok ya bisa ya mereka pakai layering di udara yang panasnya ampun2an itu? Rupaya para wanita Jepang sadar akan kehalusan kulit dan selalu ingin putih mulus.

Bahan jersey tipis serta katun menjadi andalan mereka. Ya iya laah kalo ga bisa pingsan kepanasan di jalan..

Coba kalau kita ingat, banyak sekali produk kecantikan kulit asal Jepang yang memang promosinya untuk mencerahkan, memutihkan kulit wajah dan tubuh.

Selama disana juga saya berusaha untuk ‘nge-blend’ dengan suasana dan penampilan disana. Tanpa menyampingkan signature style/personal style saya.

Plus, saya senang melihat wanita2 Jepang bergaya. Very inspiring. Pilihan bahan2nya berkualitas. Tapi gak yang di Harajuku lho yaaa haha itu bukan kepribadian saya.

 

Share Our Post

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

There are no related posts on this entry.

Comments

There are no comments on this entry.

Add a Comment