Skip to content.

November 17, 2015 | Jakarta

Jakarta Fashion Week 2016 

Smoga belum terlalu telat ulas ini.. JFW 2 minggu lalu saya datang hanya ke beberapa show, yang saya anggap menarik untuk dilihat dan menarik untuk direnungkan..

Tak seperti tahun2 sebelumnya, saya nonton banyak show. Tahun ini kehadiran saya sebenarnya lebih untuk networking.

Tapi sebagai seorang stylist, tentunya saya semangat tiap menonton fashion show. Untuk melihat koleksi terbaru, mana yang bagus dan mana yang tidak, untuk klien2 saya. Untuk dibicarakan, untuk disebarkan informasinya dan untuk menjadi perenungan..

Selama bertahun2 berinteraksi, menonton dan meliput fashion show kreasi2 designer di dalam dan luar negeri, saya banyak belajar bahwa apa yang diperagaan itu memang sedianya ya memang yang harus bikin orang kepingin. Kepingin memakai dan kepingin membeli.

Mixed feelings terjadi saat menonton show yang disponsori Departemen Perindustrian. 3 designers, Etu, Friederich Herman dan Merdi Sihombing.

Asli ni beneran mixed feelings, secara show pertama adalah Etu yang hijab serba tertutup dengan cutting edgy, diikuti oleh Friedrich dengan siluet lurus2 juga edgy modern tapi serba terbuka di bagian pinggir dada sehingga semua penonton hampir dipastikan dapat melihat belahan buah dada bagian samping para model, dan ditutup oleh koleksi Merdi Sihombing yang membikin kening sedikit berkerut dengan stylingan yang membingungkan.

Kalau menurut teman duduk saya yang seorang fashion editor majalah, show random ini seperti show duniawi dan akherati! Hahahahhaa..

 

Etu

Friederich

Tak perlu diragukan atasan tenun kreasi Bang Merdi ini bikinannya. Apabila dicopot, pasti bagus. Dengan padanan anting panjang silver dan legging bright yellow ala disko thn 80an, apakah menjadikan tampilan ini modern kekinian?..

Peragaan yang patut menjadi perenungan adalah shownya Anne Avantie. Malam itu saya merasa semuanya serba taburan.. Mulai dari taburan manik, payet, kristal, taburan riasan di kepala hingga taburan bintang2. Saya yakin sekali dari semua show di JFW yang paling banyaakk selebritinya, baik yang ikut peragaan maupun yang show, ya di show Bunda Anne ini.

Such a star studded show yang patut dihargai. Ini cerminan bahwa Bunda Anne memang kesayangan para selebriti Indonesia. Tak heran juga bila hampir seeemuua koleksinya malam itu ya memang untuk kepentingan panggung juga. Bagaikan kostum. Untuk di panggung. Untuk teater, untuk nyanyi, untuk menari. Dengan potongan yang sepertinya susah dicerna mata apabila dikenakan oleh wanita Indonesia yang kebanyakan rata2 memiliki tinggi 157cm dan berat rata2 50-60 kg.

Brokat vs polkadot. Seperti yang dipakai penari cancan di Moulin Rouge.. Judulnya, ya jangan dipakai untuk keperluan lain..

Gong nya.. bagian belakang menjuntai ini yang menarik perhatian saya untuk difoto..

 

Share Our Post

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

Comments

There are no comments on this entry.

Add a Comment