Skip to content.

November 22, 2011 | Doha

Doha: Lebaran Idul Adha 2011

Siap2 sebelum foto keluarga

Lebaran Idul Adha 2011 ini saya masih di Doha, tentunya. Karena adik saya dan istrinya masih haji. Jadilah saya, Mama, Papa, Kasya dan Kei berlebaran ala orang Qatari. Tepatnya ala orang Indonesia yang berada di Qatar :p

Saya ga sholat Id karena jagain Kasya dan Kei yang masih tidur di apartemen. Sementara Mama dan Papa sholat Id di KJRI.

Bersama Mba Nana dan Mas Fajar, di depan rumah mereka.

4 tahun lalu waktu saya pertama kali ke Doha, itu saya saat bulan puasa dan kami sempat sholat Idul Fitri di KJRI juga.

Nah, setelah selesai sholat, MaPah balik ke apartemen lalu sekitar makan siang kami berbondong2 pergi ke rumah keluarga Mba Nana dan Mas Fajar. Kami dijemput Lala, temennya adik saya, yang suaminya juga pilot. Mas Fajar adalah pilot Qatar Airways juga temen adik saya. Wkt Idul Fitri duluu kami juga ke rumah mereka, ada open house. Jadi rumah mereka ini emang suka buat menerima tamu kala Lebaran.

Sekarang rumah mereka udah pindah. Lebih luas.

Sehari sebelum Idul Adha, saya pergi ke Souk. Souk adalah pasar. Bukanya hanya pagi dan sore hari. I love Qatar Souk. Isinya macem2.

Yours truly..

Nah, untuk perjalanan selama sebulan ini saya sama sekali lupa (bener2  blank) kalau harus Lebaran Idul Adha di Doha, jadi saya ga bawa baju buat lebaran kaan. Dari Amerika semua baju dingin. Tapi saya udah punya ide untuk mengenakan baju yang agak2 berbau2 Middle East juga. Longgar pastinya…

Di Souk saya nemu toko yang menjual celana2 ala India gitu. Beraneka warna. Celana harem tapi ujung bagian angkle nya ada aplikasi bordir atau benang2an. Sebagai pecinta celana2 bermodel ajaib, tentu saya langsung jatuh cinta pada toko itu.

I bought a green harem. Dibawahnya ada motif kayak bunga gitu dengan benang silver.

Nah, di hari Lebaran ini, saya kenakan dengan atasan longgar bahan linen dari vintage Oscar de la Renta. Harusnya atasan ini ada bawahan rok panjangnya. Tapi mengingat bahwa nanti di rumah Mba Nana pasti akan duduk dibawah ala Arab, jadi saya padankan dengan celana harem baru itu.

Trus, saya ‘nyolong’ kerudung pendek warna lime green kepunyaan ipar saya, serta saya sematkan anting hoop besar emas (bawa dari Jakarta) serta gelang emas vintage Givenchy. Sepatu? Tentu sepatu sandal doong. Kalau pakai celana harem, either kita padankan dengan sepatu sendal cantik, sendal cantik atau bisa juga sepatu hak manis asal atasannya juga cocok.

Lucunya, Mama saya pun lupa bawa baju untuk Lebaran Idul Adha. Secara dia langsung dari Eropa yang udaranya udah dingin pula. Alhasil dia langsung ambil yang ada di kopernya. Yaitu celana legging hitam (snakeskin, loh :p), blus lengan panjang tipis motif2 kecil (dalamannya tank top) dan disematkan kerudung motif zebra! Now you see where I got the crazy mismatch taste, right? :)

Udara di Doha saat itu enak, sekitar 28 derajat Celcius. Ada anginnya yang semilir bikin sejuk. Tapi kalau keluar mobil, matahari masih terik panas.

 

 

 

Share Our Post

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

Comments

There are no comments on this entry.

Add a Comment