Skip to content.

November 22, 2011 | Doha

Doha last days: Souk, Corniche, Nonton Bola Live

Museum of Islamic Art

Doha di bulan November awal harusnya sih udah lumayan dingin, sama seperti Eropa2 gitu dehh.. Tapi seperti biasa beberapa tahun terakhir iklim yang ga jelas, bikin udara di Doha masih tetep panas. Meskipun malam hari temperatur bisa drop hingga 20 derajat Celcius.

Untuk cuaca yang seperti ini, antara dingin dan tidak, paling bener bawa jaket. Dan jaket itu dibawa kemana2. Dimasukin tas atau ditaro di mobil. Sehingga setiap saat bisa diambil bila diperlukan.

Souk sepi karena sholat Jum'at jadi semuanya tutup.

Atau kalau mau praktis, kenakan atasan lengan panjang. Padankan dengan celana panjang katun atau celana harem berbahan jersey juga merupakan pilihan yang unik.

Kota Doha sekarang ramai. Penuh dengan orang, macet. Tapi ga ada alat transportasi. Bus2 hanya buat para buruh. Semuanya bawa mobil.

Margie di Souk

Di kota ini semuanya bebas berpakaian. Well, wanita Qatari memang memakai Abaya seperti kebanyakan para wanita Arab lain. Tapi untuk para ekspatriat dari berbagai Negara lain, terutama dari benua Eropa dan Amerika, mereka mengenakan busana seperti di Negaranya. Kayak di Jakarta lah sama aja.

Di hari2 terakhir di Doha, saya ditemani oleh Margie Aziz. Dia temen lama saya waktu kerja di majalah femina. Margie pindah ke Doha awal tahun ini mengikuti suaminya.

Souk

Kami foto2 di Souk. I love Souk. Ada beberapa Souk di Doha tapi yang terbesar dan paling terkenal adalah Souk Waqif. Seperti Grand Bazaar di Istanbul tapi lebih kecilan dan lebih riweuh jalanan masuk2nya.

Disitu dijual aneka barang. Mulai dari busana, perhiasan, aneka permen dan spices, interior, hingga alat masak. Agak tergoda sih untuk beli peralatan masak yang lucu2 ala Arab gitu tapi males bawa pulangnya ke Jakarta.

Inside the Pearl

Satu lagi yang bikin sama amazed sama Doha adalah Mal nya. Ya ampuuun bagi para pecinta mode ya, let me tell you something. Kalau mau belanja barang2 bermerk, bisa di Doha. Sama seperti Dubai, mereka ga pake tax. Jaddiiii barang2 bisa dapet lebih murah. Terutama kalau lagi sale. Daann Mal2nya gedeee2 banget dan super mewah. I’ve told you, Qatari don’t do small things.

Corniche

Yang keren adalah Mal, the Pearl. Itu kayak pusat perbelanjaan di pinggir pantai gitu. Ada yacht2 juga. Aneka brand mulai dari Balenciaga, Missoni, Rene Caovilla, semuanya ada. Besaaaarr dan mewah gedungnya.

Nah, untuk iconnya Doha itu adalah Corniche. Corniche tuh kayak Marina Ancol gitu deeehh. Dimana orang2 suka piknik sama keluarga, ada yang jogging. Seneng. Biasanya mereka piknik hingga malam hari lho. Diatas jam 8 meski udah gelap tetep ada disitu.

Qatari nonton Bola ga ada yang perempuan

Saat saya di Doha juga, kebetulan tim sepakbola Indonesia bertanding melawan Qatar untuk pra piala dunia. Tentuuu saya nonton dooong. Beli tiket harganya 30 Qatar Riyal. Stadionnya Al Sadd konon bukan stadion paling bagus di Doha, tapi menurut saya udah keren banget.

Yang menarik, di sisi penonton Qatar, tidak ada satupun wanita yang menonton. Sementara di bagian supporter Indonesia, tentu banyak wanita dan anak2. Sehingga waktu saya ke wc, kayak berasa di wc Gelora Bung Karno karena isinya wanita Indonesia semua. :)

The "Scarf"

Nah malam itu udara agak nge-drop jadi sekitar 20 derajat Celcius. Saya yang ga prepare, langsung ambil celana harem yang baru Margie beli di Souk (yang sama seperti kepunyaan saya untuk lebaran). Warnanya merah dan bagian angklenya silver jadi kayak bendera merah putih kannn.. Nah saya styled itu celana harem jadi scarf. hi hi hi…langsung deehh nge-blend sama supporter Indonesia lainnya.

Kesimpulan di kali kedua kunjungan ke Qatar ini, I had fun. Sekarang Doha semakin ramai dan kayaknya emang mau nyaingin Dubai banget. Sehingga Anda ga perlu khawatir akan bosan disana. Semua makanan pun ada.

Sama Margie & Niko di Al Sadd Stadium

Jadi, untuk Anda yang ingin traveling ke Doha atau stop over disana sebelum ke Eropa atau ke Amerika bagian Timur, pilih di bulan November atau Maret. Karena udara tidak akan terlalu panas dan gersang. Hindari musim panas, karena banyak debu gurun pasir bertebaran. Meskipun Anda tidak mungkin juga akan jalan kaki dari hotel ke restoran, sebab di Doha semuanya pakai mobil.

Paling nyaman bawa rok panjang, celana bahan, blus2 atau atasan2 cantik serta jaket. Tidak perlu jaket kulit, tapi yang cukup menahan dingin atau angin saja, bila Anda ingin berjalan2 malam hari di Corniche.

 

 

 

 

 

 

Share Our Post

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

Comments

  1. Margie says: March 24, 2012

    Seharian jalan bersama Oma Sari.. Ayoo k Doha lagi! Ada exhibition Murakami lohhhh….

Add a Comment