Skip to content.

January 22, 2013 | Honolulu

Circle Island

Angingnya kenceng

Kehidupan di Hawaii itu memang super santaaiii.. Mungkin byk org juga yg ga tahan kalau berada di Honolulu selama 2 minggu, tanpa pergi ke island lain. Tapi saya happy2 aja tuh..

Jadi Hawaiian Island itu terdiri dari beberapa island, diantaranya O’ahu, Kaua’i, Maui, Moloka’i dan Hawai’i alias dikenal sebagai Big Island.

Nah, ibukota Honolulu ada di pulau Oahu.

Pulaunya cukup luas dan bisa dikitari selama 4-5 jam naik mobil. Di pulau ini juga Obama dan keluarganya selalu menghabiskan liburan akhir tahun. Tapi saya ga ketemu dia kemarin :)

Hanauma Bay dari parkiran. Bgs bgt yaahhh.. Saya turun jalan kaki kebawah itu dan snorkeling.

Saya memutuskan utk mengelilingi pulau itu pada tanggal 2 Januari.

Pertama kali saya ke Oahu ini tahun 91 sama ortu dan adik saya. Itu pun saya sudah suka dengan aura yang ada di pulau itu. Meskipun waktu itu cuman 3 hari tapi berkesan.

Nah jadi sekarang saya memutuskan untuk puas mengelilingi pulau Oahu dan melihat orang2 lokal disana.

Ingin coba pakai Hawaiian shirt tapi ga terlalu terlihat kuno? Kenakan sebagai luaran tank top.

Saya mampir ke Hanauma Bay (tempat snorkeling), North Shore (tempat surfing), dan beberapa daerah lain. Penduduk lokal sangat santai, bertubuh besar (iya lah krn makanan utama babi, tapi don’t worry utk kaum Muslim disitu banyak resto Jepang dan resto aneka seafood), ramah, super chill.. No wonder makanan utama mereka juga Chillis (mungkin ada hubungannya).

I love this rock

Anyway, saya makan siang di daerah Kahuku, di Giovanni’s Shrimp Truck.

Ini adalah suatu tempat yang ngetop bgt dr tahun 80an.

Restoran udang cuman yang masak ada di dalam truck. Udangnya kita bisa pilih, ada bermacam2. Ada yg rasa garlic, pedas dan manis.

Giovanni's Shrimp Truck

Sebagai orang Sunda pecinta sayur, menurut saya biasa aja makanan ini karena mereka ga menyediakan sayur sama sekali. In that country, the name is salad. Tapi garlic shrimp nya enaaakkkk..

Janjian sama teman2 dari Thailand. Nan & Chappy, newlywed yg saya baru datangi pernikahannya di Bangkok bln Desember 2012.

Tempat itu outdoor dengan ada roof nya. Macam apa ya kira2?

hhhmmm macam Kampung Tenda Semanggi itu inget gaaa di Jkt beberapa tahun yang lalu.

Jagung bakarnya enak

Tak hanya itu, ada juga truk yang khusus menjual minuman aneka jus dan shave ice!

Nah shave ice ini merupakan minuman hits ala Hawaii.

Setelah dari situ, udara mulai2 mendung lagi. Dari situ saya mengitari pulau lagi dan mampir North Shore.

The oldest store in North Shore

Bagi pecinta surfing, North Shore merupakan Mekkah mereka. Segala perhelatan kompetisi surfing diadakan disitu. Sebenernya lagi ada kompetisi besar di akhir Desember.

Disitu saya mampir ke toko menjual alat surfing dan diving. Surf & Sea namanya. Saya sempat berbincang sama ownernya yg ternyata pernah ke Indonesia.

Karena udara agak dingin karena angin, saya layer atasan tanpa lengan dengan blus tipis.

I used to Dive, dan disitu ternyata banyaaaakkk banget dijual alat diving. Ngiler deehh.. Saya beli beberapa peralatan. Teman2 org Thai itu pada belanja. Beli baju karena semua lagi sale 80%. Well, i did bought a swimsuit sih.. :)

Banyak jual alat diving juga

I love North Shore. Next time kalau kesini lagi, rencana nginep di area ini at least 2 malem. Santaaiii, pantainya bagus.

Saya sampai Waikiki lagi sekitar jam 7 malam.

Mau gaya2an pakai convertible atap dibuka mengelilingi pulau, ga bisa deecchh. Langsuung masuk angin!

Berhubung seharian itu saya menyewa mobil convertible (cita2 bowk pengen kayak di film2 mengitari pulau dengan mobil yg seluruh atapnya terbuka, trus pake scarf dan kacamata hitam), ya of couuurrssee malamnya (bahkan hingga keesokan harinya seharian) badan saya masuk angin! Payah deh emang orang Jkt yg ga biasa kena angin di luar rumah ya begini ini. Mau sok2 gaya2an naik convertible tp body lgs errooorr..

 

NOTE FROM WIKIPEDIA: Shave ice or Hawaiian shave ice is an ice-based dessert made by shaving a block of ice. While the product can resemble a snow cone, snow cones are made with crushed, rather than shaved, ice. Even though it is made with shaved ice, it is called “shave ice”, not “shaved ice” by Hawaiians.

Shave ice traces its history to Japan, where it is known as kakigōri and dates back to the Heian Period.[3] “Shave ice enjoyed world-wide popularity after Japanese plantation workers immigrated to the Hawaiian islands and took their traditional dessert with them, creating shave ice from large blocks of ice and using Japanese swords which were family heirlooms.”[4]

 

Share Our Post

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

Comments

There are no comments on this entry.

Add a Comment