Skip to content.

May 27, 2012 | Paris

Chateau de Versailles

Antre masuk

Biasanya bila sering ke Paris, kita suka males berkunjung ke Versailles Palace. Karena letaknya jauh dari pusat kota. Apalagi kalau di Paris hanya 3 hari atau ikut rombongan tur. Kalaupun ga pakai tur, kalau mau kesana naik Metro, harus naik Metro khusus yang RER C dengan tujuan Versailles.

Tapiii berhubung stasiun metro RER ada yang dekat dengan tempat saya tinggal (di area Saint Michel-Saint Germain) plus 9 hari santai di Paris, yaa keterlaluan sih kalau saya ga berkunjung ke tempat bersejarah itu :). Sekali seumur hidup lah kita harus ke Versailles. Worth to visit.

Antreee

Dengan modal Paris Pass, kita sudah bisa ke Versailles. TIdak perlu beli tiket lagi. Tapi, metro RER nya harus tambah bayaran lagi. Karena tiket transport bis dan metro yang didapat dari Paris Pass hanya untuk zona 1-3 di Paris. Kalau untuk ke Versailles yang notabene di luar kota Paris, ya harus nambah lagi sekitar 6 Euro per orang. Mahal yee..

Sebaiknya berkunjung kesana pas weekdays, selain weekend. Konon less hassle nor crowded.

Interior cantik

Udara masih dingin jadi saya selain pakai celana dan kardigan, juga pakai trench coat. Saya pilih kacamata hitam yang agak seru modelnya karena hey I’m going to Versailles dan tempat itu keren banget. Jadi kalau pakai kacamata hitam biasa, rasanya agak kurang tampil (hi hi hi)..

Wallpaper yang sungguh menyenangkan untuk dilihat

Plus, saya pilih celana skinny warna merah dan atasan kardigan kuning. Why? Karena tempat itu besar banget dan pemandangannya indah. Kalau kita memakai busana warna gelap atau standar, kita ga akan terlihat outstanding. Bisa tenggelam dengan backgroundnya. Plus remember Paris di masa raja Louis dan Marie Antoinette itu kan jaman lebai. Dimana busana yang dipakai juga aneka warna. Nah, why don’t we try to adapt some of their favorite colors?

Lorong ballroom yang terkenal. Penuh sesak dengan penunjung.

I wore my broques shoes yang solnya kayu. Meskipun lebih baik kalo ke Versailles pakai shoes yang bawahnya karet karena jalanannya cobble stone dan berkerikil2 kecil.

Anyway, usahakan pergi di pagi hari jam 8. Agar sampai sana jam 9. Perjalanan sekitar 45 menit, belum lagi naik turun lorong di metro untuk ganti kereta.

Grilled sea bass

Sampai di pintu masuk, kita tetap harus antre. Meskipun sudah menggenggap Paris Pass, tapi teteeeepppp antre masuk sekitar 45 menit. Matahari mulai bersinar jadi saya agak kepanasan, jadi jaket dibuka. Meski agak jutek karena antre panjang, pas masuk Chateau aduuuh saya seneng banget. Indah banget tempatnya. Semua interior gak ada yang jelek. Hebooohhh..

 

Jangan lupa untuk ambil map dan audio nya pas di pintu masuk awal. Audio ini gratis.

Chateau ini kembarannya Istana Schonbrunn di Wina, Austria. Marie Antoinette adalah anaknya Maria Theresa, Ratu Austria.

Tuna sandwich

Marie Antoinnette married sama raja Louis XVI.

Angelina's famous hot chocolate. Super yuuummmyyy!!

Tapi Chateau ini 10x lebih luas daripada Schonbrunn. Luaaaaaaaasss banget. Kayak se-Menteng area. Serius.

Kalau kesini emang harus seharian. Bener2 seharian sampai sore baru balik ke Paris. Karena di area Chateau ini terdiri dari beberapa tempat yang bisa dikunjungi. Yaitu, The Palace, THe Garden, The Grand Trianon, dan The Marie-Antoinette’s Estate. Jaraknya jauh2. Dan yang terjauh adalah The Marie Antoinette’s Estate.

Pemandangan dari Angelina, liat manusia yang masih antre untuk masuk meski sudah jam 2 siang.

Di The Palace kita bisa melihat mulai dari ruang kerja raja, dining room hingga lorong ballroom yang terkenal itu yang ada di film Midnight in Paris, dan yang banyak bergantungan chandeliers super indah itu. Berhubung saya kesana hari Sabtu, dan saat itu long weekend juga untuk seluruh dunia, jadi rameeeeeeee banget banyak pengunjung tak hanya turis asing tapi juga domestik.

View dari THe Palace. Nah, Marie Antoinette's Estate itu ada diujuuuunnnnnnngg tuuh di paling ujung danau sana trus belok ke kanan.

Dari pintu masuk awal hingga selesai menjelajahi The Palace, dibutuhkan sekitar 2 jam. Kalau kita baru masuk jam 10 berarti selesai pas perut sudah lapar sekitar jam 12an. Nah sebelum ke tempat lain, kita bisa melipir makan dulu. Di Chateau ada beberapa restoran dan cafe yang bisa disinggahi. Salah satunya Laduree (yg terkenal akan macaroon, tidak antre) dan Angelina. Nah saya ga minat ke Laduree jadi saya pilih Angelina yang konon terkenal akan minuman hot chocolatenya.

Mulai jalan ke Estate.

Restorannya ya di dalam Chateau, jadi kebayang dong betapa lucu interiornya. Makanannya enaaaakk. Saya pilih sea bass something. Enak banget. Sandwichnya juga enak. Tapi memang hot chocolatenya supperrr legit. Puuurreee coklat.

Masih jalan ke Estate..

Dari The Palace ke Marie Antoinette’s Estate bisa ditempuh dengan beberapa cara. Nyewa small car kayak mini car utk di lapangan golf gitu (hrs antre lagi dan bayar), naik bis muter2 (hrs antre lagi dan bayar) atau jalan kaki. Saya pilih…jalan kaki!!! Karena males lah yaw antre2 lagi dan kalau jalan kaki kita bisa lewatin taman2 dan liat air mancurnya yang terkenal itu.

Tapi, untuk ke Estate itu kita harus lewatin The Garden. And guess what, untuk masuk garden ini?? Ya bayar lagi.. Per orang 8 Euro!

Masiihh..jalan ke Estate..

Jalan kaki dari THe Palace ke Estatenya si Marie itu kayak jalan kaki dari Sudirman depan

Mulai frustasi karena ga nyampe2 Estate..

Ratu Plaza ke Gambir! Ini serius loh. Saya jalan kaki bolak balik tapi ga terasa. Why? Because I wore very comfy shoes meskipun sepatu baru dan agak mau nangis sih nginjek2 bebatuan kecil but still very comfortable, dan udara enak jadi ga kepanasan. Eh agak dingin sih cuman karena jalan kaki jadi ga terasa dinginnya. Nah sepanjang Sudirman dan Thamrin itu adalah THe Gardennya. Dan ada air mancurnya.

Lewatin fountain di area The Garden

Di The Garden kita bisa masuk2 kayak ke labirynth gitu. Sama ada lake yang kita bisa naik perahu dan mendayung sendiri. Banyak keluarga Prancis yang piknik di sekitar taman. It’s family weekend holiday, rupanya.

Estate Marie yang 'mungil'

Sampai di Estatenya Marie, ternyata tidak se-grande yang saya pikir. Kurang fabulous compare to what we heard about her borjouis lifestyle. Meski kecil tapi nyaman dan manis.

Di setiap bangunan inti, ada sudut butik alias store kecil yang menjual memorabilia tempat tersebut. Seperti yang ada di Estate,

Ruang tamu Marie Antoinette

dijual pernak pernik lucu banget ala Prancis. Mulai dari kaos hingga piring dan taplak meja motif toile khas Prancis.

Bisa sewa untuk mendayung

Dari Estate, saya balik lagi ke The Palace melewati jalanan panjang yang sama seperti tadi datang. Istirahat sebentar di pinggir danau melihat orang2 lalu lalang dan yang sewa boat untuk mendayung sendiri bersama keluarga.

Sebelum keluar Chateau, saya mampir ke bangunan di paling depan dekat toko souvenir dan toilet. Interiornya lucu banget! Ruangan hanya terdiri dari warna hitam dan putih. Sofa dan lampunya dirancang keren banget. Saya visualisasi (menghayal kreatif) kalau punya apartemen di Paris (ehem) interiornya akan seperti ini. Amiiinnn….

 

Ruangan hitam putih di area The Palace paling depan. Love it!

 

 

 

Looovve it!

Share Our Post

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

Comments

  1. bee says: May 29, 2012

    waah, bisa bayangin jadi kirsten dunst di film marie antoinette nya sofia coppola yaa…

    Tapi Indonesia juga punya istana2 yang indah lho.. puro mangkunegaran di Solo contohnya :)

  2. shinta says: August 19, 2013

    ahahaha.. jarak dari istana besar ke estate marie antoinette itu 1.5 km. bolak-balik 3 km. belom muter2nya dan jalan ke stasiun metro (_ _)” lebih cape pas summer, dehidrasi banget rasanya. but it worth every single step ya mbak view nya

    • thestyletravelista says: August 21, 2013

      embeeerr :p

Add a Comment