Skip to content.

July 22, 2016 | Melbourne

Back to Melbourne

So, my husband belum pernah ke Australia sama sekali. Jadi, untuk liburan lebaran ini, sebelum saya bertemu seluruh keluarga di Sydney, saya ajak dulu ke Melbourne.

Adik saya dulu berkuliah di Melbourne di tahun 97-2001. So saya sudah beberapa kali kesana. Dan dalam setahun, ini kali kedua saya ke Melbourne.

Menurut saya sih Melbourne itu kayak Bandung ya. Kota pelajar, deket kemana-mana, transportasi gampang, nyeni.

So I took him to some of my favourite places. Seperti area Fitzroy dengan graffiti, restoran, cafe, vintage stores, record stores yang menarik, Chapel Street (back then used to be the ‘it’ area for young people but not anymore but I still love it), Museum, Flinders Lane area, makan di Chinchin, shopping at Bourke St.

If you visit Melbourne, jangan lupa utk berfoto di any graffiti sights. Gambarnya lucu2.

Udara dingin, karena ini lagi Winter. Dan nyebelin suka hujan. Jadi winter + hujan.

What to wear? Tentu long coat, wind breaker jacket, gloves, aneka scarf tebal dan payung!

With Fiyonna, the lovely lady yang lagi sekolah di Melb.

Gedung2 cantik seperti ini yang banyak kt temui di Melbourne.

With Shiva, my dearest fashionable friend yang sudah puluhan tahun tinggal di Melbourne and he works in Fashion too.

One of best record store

Wool, cashmere and jeans are the best material to bring for Winter traveling

 

Ini enak banget. Poached Salmon pakai mayonaise. Restonya namanya Sir Charles.

Share Our Post

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

Comments

There are no comments on this entry.

Add a Comment